Who is Silvia
maka bicara tentang realita, mimpi, dan jatuh bangun dalam menggapainya.
Tak akan ada mimpi yang sia-sia, karena kekuatan mimpi akan mengalahkan segala keterbatasan.
Dan aku tidak akan selamanya hidup menjalani realita dalam mimpi. Tapi aku akan menghidupkan mimpi-mimpi itu menjadi realita...
Why is Jasmine?
Aku
ingin menjadi
seperti melati..
ingin menjadi
seperti melati..
Yang tak pernah berdusta
dengan apa yang ditampilkannya..
dengan apa yang ditampilkannya..
Yang tak memiliki warna
dibalik warna putihnya..
dibalik warna putihnya..
juga
tak pernah menyimpan warna lain
untuk berbagai keadaannya,
tak pernah menyimpan warna lain
untuk berbagai keadaannya,
baikpanas, hujan, terik ataupun badai yang datang
ia tetap putih..
ia tetap putih..
Kemanapundan dimanapun ditemukan,
melati selalu putih..
melati selalu putih..
Pada
debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya..
debu ia tak marah, meski jutaan butir menghinggapinya..
Pada angin ia menyapa,
berharap sepoinya membawa serta debu-debu itu
agar ia nya tetap putih berseri..
agar ia nya tetap putih berseri..
Karenanya,
melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa..
melati ikut bergoyang saat hembusan angin menerpa..
Kekanania ikut,
ke kiri iapun ikut..
ke kiri iapun ikut..
Namun
ia tetap teguh pada pendiriannya,
karena kemanapun ia mengikuti arahangin,
ia tetap teguh pada pendiriannya,
karena kemanapun ia mengikuti arahangin,
iaakan segera kembali pada tangkainya..
Pada hujan ia menangis,
agartak terlihat matanya meneteskan air
diantara ribuan air yang
menghujani tubuhnya.
diantara ribuan air yang
menghujani tubuhnya.
Agar siapapun tak pernah melihatnya bersedih,
karena saat hujan berhenti menyirami,
bersamaanitu pula air dari sudut matanya yang bening itu tak lagi menetes.
Sesungguhnya,
ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang,
ia senantiasa berharap hujan kan selalu datang,
karena hanya hujan yang mau memahami setiap tetes air matanya.
Bersama hujan ia bisa menangis sekeras-kerasnya untuk mengadu,
saling menumpahkan air mata dan merasakan setiap kegetiran.
Karena juga,
hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya.
hanya hujan yang selama ini berempati terhadap semua rasa dan asanya.
pada hujan juga ia mendapati keteduhan,
dengan airnya yang sejuk.
dengan airnya yang sejuk.
Pada tangkai ia bersandar agar tetap meneguhkan kedudukannya,
memeluk erat setiap sayapnya, memberikan kekuatan dalam menjalani kewajibannya
Agar kelak,
apapun cobaan yang datang,
apapun cobaan yang datang,
ia dengan sabar dan suka cita merasai,
bahkan
menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta.
menikmatinya sebagai bagian dari cinta dan kasih Sang Pencipta.
Bukankah tak ada cinta tanpa pengorbanan?
Adakah kasih sayang tanpa cobaan?
Adakah kasih sayang tanpa cobaan?
Pada dedaunan ia berkaca,
semoga tak merubah warna hijaunya.
semoga tak merubah warna hijaunya.
Karena dengan hijau daun itu,
ia tetap sadar sebagai melati harus tetap
berwarna putih.
ia tetap sadar sebagai melati harus tetap
berwarna putih.
Jikadaun itu tak lagi hijau, atau luruh oleh waktu,
kepada siapa ia harus meminta koreksi atas cela dan noda yang seringkali
membuatnya tak lagi putih?
membuatnya tak lagi putih?
Pada bunga lain ia bersahabat.
Bersama bahu membahu menserikan alam,
tak ada persaingan,
tak ada persaingan,
tak ada perlombaan
menjadi yang tercantik karena masing-masing memahami tugas dan peranannya.
menjadi yang tercantik karena masing-masing memahami tugas dan peranannya.
Tak pernah melati iri menjadi mawar, dahlia, anggrek atau lili,
begitu juga sebaliknya.
begitu juga sebaliknya.
Tak terpikir melati berkeinginan menjadi merah, atau kuning,
karena iatahu semua fungsinya sebagai putih.
karena iatahu semua fungsinya sebagai putih.
Pada matahari ia memohon,
tetap berkunjung di setiap pagi mencurahkan sinarnya yang menghangatkan.
Agar hangatnya membaluri setiap sel tubuh yang telah beku oleh pekatnya malam.
Sinarnya yang menceriakan,
bias hangatnya yang memecah kebekuan,
bias hangatnya yang memecah kebekuan,
seolah membuat melati merekah dan segar di setiap pagi.
Terpaan sinar mentari,
memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah,
pertanda melati siap mengarungi hidup,
memantulkan cahaya kehidupan yang penuh gairah,
pertanda melati siap mengarungi hidup,
setidaknya
untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.
untuk satu hari ini hingga menunggu mentari esok kembali bertandang.
Pada alam ia berbagi,
menebar aroma semerbak mewangi nan menyejukkan setiap jiwa yang bersamanya.
Indah menghiasharumi semua taman yang disinggahinya,
melati
tak pernah terlupakan untuk disertakan.
tak pernah terlupakan untuk disertakan.
Atas nama cinta dan keridhoan Pemiliknya,
ia senantiasa berharap tumbuhnya tunas-tunas melati baru,
agar kelak meneruskan perannya sebagai bunga yang putih.
Yang tetap berseri
disemua suasana alam.
disemua suasana alam.
Pada unggas ia berteriak,
terombang-ambing
menghindari paruhnya agar tak segera pupus.
menghindari paruhnya agar tak segera pupus.
Mencari selamat dari cakar-cakar yang merusak keindahannya,
yang mungkin merobek layarnya dan juga menggores luka di putihnya.
Dan
pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta,
pada akhirnya, pada Sang Pemilik Alam ia meminta,
agar dibimbing dan dilindungi selama ia diberikan
kesempatan untuk menjalani setiap perannya. Agar dalam berperan
kesempatan untuk menjalani setiap perannya. Agar dalam berperan
menjadi putih, tetap diteguhkan pada warna aslinya,
tidak membiarkan apapun merubah warnanya
hingga
masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan
tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah,
masanya mempertanggungjawabkan semua waktu, peran, tugas dan
tanggungjawabnya. Jika pada masanya ia harus jatuh, luruh ke tanah,
ia tetap seagai melati,
seputih melati.
Dan orang memandangnya juga
seperti melati.
referensi:
seputih melati.
Dan orang memandangnya juga
seperti melati.
referensi:
http://alow-pren.blog.friendster.com/2008/08
i'm interested in...
1)rain
kalo boleh lebay-lebayan, aku mau bilang kalo hujan itu my best friend. my soulmate deh! mungkin karena hujan itu menyejukkan, karena hujan itu air, atau karena hujan itu romantis (menurut aku). tapi yang jelas... satu hal yang buat aku sukaaa... banget ma hujan coz hujan bisa bisa bikin aku maafin diri sendiri di saat aku begitu kecewa dengan the actual of me. hujan bisa bikin aku ngerasa yahin bahwa aku bisa memecahkan masalah apapun, dan bukan membuatku lupa bahwa aku sedang memiliki masalah. selain itu, hujan bisa menyulap aku yang riweuh jadi begitu tenang, atau aku yang lagi enjoy diem di kamar jadi terbirit-birit ke luar cuma buat mandang ujan, terus diraba deh tu ujan ma hedua telapak tangan! sok romantis ya? tapi begitulah efek hujan,my soulmate. sesuatu yang akan sangat aku rindukan bila musim kemarau tiba.
bukankan 'jasmine' akan lebih merekah dengan didirami hujan?
2) musik
i'm a musik lover. mulai sunda-an, korea-an, barat-an, india-an, negara apa lagi coba? malaysia-an of course! indonesia-an apa lagi... mulai tahun 80-an, 90-an, 2000-an sampe yang up to date aku suka. dari yang pop, rock, hip-hop, dangdut may be.. vocal group, band, solo, nasyid, mmh... pokoke' i love music!
sambil baca, nulis, belajar, nyapu, ngepel, n nyuci baju mesti sambil dengerin musik. so, are u same as me???
1 comments:
salam damai, salam jasmine.. :)
semoga tetap terjaga denga ke"putih"annya, ya teh..
Post a Comment